SELAMAT DATANG DI HALAMAN KOMUNITAS KEANGKATAN LAUTAN & MARITIM
Alamat : Jalan Pulau Galang Raya Kelapa Gading Barat Jakarta Utara Indonesia.
Mobilphone :
+6281244581965, e-mail : uninesia@gmail.com
SEJARAH DUNIA MEMBUKTIKAN BAHWA : " KECIL ANGKATAN LAUT SUATU NEGARA, MAKA LEMAH NEGARA ITU ----- BESAR ANGKATAN LAUT SUATU NEGARA, MAKA KUAT NEGARA ITU "

Minggu, 10 Juni 2012

WE ARE SAILOR, NOT (ONLY) OUR ANCESTOR


Uninesia, Jakarta - Dari sekian ratus juta bangsa Indonesia, berapa banyak yang terusik dengan kalimat "Nenek moyangku seorang pelaut..." pada sebuah lagu yang (mungkin lebih banyak) dinyanyikan oleh anak-anak sekolah. Saya mungkin dari sedikit orang yang terusik dengan kalimat itu. Tentu muncul pertanyaan, kenapa terusik....?



Bagi saya, kalimat itu cuma membanggakan masa lalu. Artinya yang jadi pelaut itu cuma nenek moyang kita, sementara kita bisanya cuma membanggakan nenek moyang. Yah pantas kalau negeri kita sekarang cuma statusnya aja negara kepulauan, tapi sebenarnya belum meningkat jadi negara maritim. Negara maritim tidak harus punya laut......!!!. Lihatlah Swiss yang menjadi markas dari perusahaan pelayaran Mediterranean Shipping Company. Perusahaan ini punya 362 kapal alias 25 persen lebih banyak dari armada U.S Navy dari semua jenis kapal. "It reminds us that in today's globalized world, what constitutes a "maritime nation" is a lot fuzzier than it used to be", begitu kata Steve Carmel dalam artikelnya Commercial Shipping and The Maritime Strategy di U.S Naval War College Review, Spring 2008, Vol.61, No.2.

Kembali ke soal kalimat dalam lagu yang mungkin paling sering dinyanyikan oleh anak-anak TK itu (apalagi TK Hang Tuah), saya cukup prihatin dengan kenyataan sekarang bahwa banyak generasi muda sekarang yang kurang kenal dengan laut. Laut sepertinya sudah jadi halaman belakang buat mereka.

Pertanyaannya, gimana kita bisa bangkitkan lagi kesadaran maritim (maritime awareness) itu ke generasi muda.....?. Saya juga masih muda, tapi lebih banyak lagi yang lebih muda dari saya. Anak-anak sekarang payah, nama geografis di daratan aja banyak yang nggak tau. Misal, di mana letak kota Sangatta? Belum lagi kalau kita tanya nama-nama pulau. Paling taunya pulau-pulau besar. Gimana kalau kita tanya pulau-pulau kecil kayak Pulau Jemaja, Pulau Tokongbelayar, Pulau Sopia Lucia (bukan Sophia Latjuba lho) dan lain-lain pulau kecil. Kadang saya jadi bertanya, dulu waktu mereka SD diajarin nggak sih geografi, khususnya peta buta? Saya yang lulus SD 1980-a masih diajarin tuh dan sampai sekarang masih melekat geographical awareness itu. Apakah anak-anak yang duduk di SD tahun 1990-an s/d sekarang sudah nggak diajarin lagi yah....?

Tidak aneh dulu waktu Februari-Maret 2005 masalah Blok Ambalat memanas, tak sedikit wartawan media cetak dan khususnya elektronik yang sebut Ambalat itu pulau. Yok opo iki, rek??? Sampai Pangkostrad waktu (Mayjen Riamizard Riacudu) itu dengan gagah berani deklarasi akan turunkan pasukan Linud di Ambalat. Hancuuuuuuuuuuur.......!!!!!!!!! Infanteri mau tempur di tengah laut sambil berenang.......? Marinir aja nggak pernah diajarin gitu kok.......!!!

Karena sebagian besar dari kita bangga dengan nenek moyang, akhirnya kita sekarang di laut kembang-kempis. Banyak yang complain terhadap keamanan maritim, ujung-ujungnya nyuruh Angkatan Laut kerja lebih keras. Dari pandangan saya, Angkatan Laut mau disuruh kerja lebih keras kayak apa lagi.....???. Masalah terbesar bukan kinerja Angkatan Laut kok, tapi anggaran pemerintah yang belum penuhi kebutuhan minimal buat Angkatan Laut.  Angkatan Laut pakai alut (alat utama) lama "dimarahi". Tapi nggak ada penggantian alut (alat utama) baru. Alasannya klasik, tak ada anggaran...!!!. Masalah sebenarnya bukan soal ada atau tidak anggaran, tapi ada atau tidak kemauan politik pemerintah bangun Angkatan Laut menuju medium regional projected Navy. Kalau ada kemauan politik, anggaran tidak akan jadi masalah. Soal alut dari negara mana, urusan belakangan.

Saya nggak bangga dengan nenek moyang seorang pelaut. Namun saya bangga jadi pelaut (dalam arti luas)...!!!. Bagi saya pelaut itu ada baiknya tidak terbatas pada mereka yang mengawaki kapal, namun juga pada setiap individu yang concern dengan kemajuan maritim Indonesia. Masalah maritim kan bukan cuma pelayaran, bukan begitu.....??? Dan saya bangga menjadi bagian dari suatu komunitas yang menentukan maju mundurnya kejayaan Indonesia di laut........!!!

Are u sailor too..........???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar